Pelatihan & Pendidikan di Sekolah Pilot Di sekolah pilot siap digembleng dengan pendidikan semi militer serta akan latihan dengan simulator atau pesawat latih.
 

Month: March 2016

Keuntungan Memiliki Lisensi MER bagi Seorang Pilot

Menjadi seorang pilot bukan hal yang mudah karena harus menempuh berbagai rintangan terlebih dahulu. Baik itu rintangan ketika masuk sekolah dan juga ringan ketika mendaftar di maskapi penerbangan. Meskipun Anda memutuskan untuk menjadi seorang pilot yang bekerja di dalam maupun di luar negeri, tentunya ringan yang akan dihadapai tidak begitu beda jauh. Menjadi seorang pilot harus memiliki surat izin terlebih dahulu. Adapun surat izin yang harus dimiliki oleh seorang pilot seperti PPL, CPL, ATPL, dan juga MER. Surat izin yang harus dimiliki oleh seorang pilot pertama kali adalah lisensi PPL (Private Pilot License). Seorang pilot yang memiliki surat izin ini merupakan seorang pilot yang bisa menerbangan pesat pribadi dalam arti tidak memiliki penumpang. Sedangkan seorang pilot yang memiliki surat izin CPL (Commercial Pilot License) merupan seorang pilot yang diperbolehkan membawa pesawat comersial. Yang artinya diperbolehkan untuk membawa penumpang. Sedangkan surat izin ATPL (Airline Trasport Pilot License), merupakan surat izin yang diberikan oleh pilot yang bekerja di Airline yang sudah terjadwal. Selain 3 lisensi yang disebutkan tadi, masih ada 1 lisensi lagi yang harus dimiliki oleh pilot, yaitu lisensi MER. Lisensi MER (Multi-Egine Rating) adalah lisensi terbang yang dipegang oleh pilot yang membwa pesawat dengan mesin ganda.

Pilot yang memiliki lisensi tambahan seperti MER ini bukan hanya digunakan sebagia seorang pilot yang membawa peswat dengan mesin ganda. Namun, seorang pilot yang memiliki lisensi MER memiliki banyak keuntungan yang didapatkannya. Adapun keuntungan dari seorang pilot yang memiliki lisensi MER adalah berikut ini:

Mempermudah mendapat pekerjaan

Kuntungan pertama bagi seorang pilot yang memiliki lisensi MER adalah mempermudah dirinya untuk mendapatkan pekerjaan. Mengapa? Karena seorang pilot yang memegang lisensi MER memiliki surat izin untuk membawa pesawat dengan mesin ganda. Tidak hanya itu saja, pilot yang memegang lisensi MER memiliki kecepatan terbang lebih banyak dibadingkan dengan pesawat lain. Dengan banyaknya keuntungan yang dimiliki dengan memiliki lisensi MER, maka lebih akan membuat Anda lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi bagi seorang yang belum memiliki lisensi MER diharuskan memilikinya.

Mendapatkan posisi kerja lebih baik

Banyak orang yang bercita-cita masuk sekolah pilot ingin menjadi pilot. Namun, perlu Anda ketahui masuk sekolah pilot tidak harus membuat Anda menjadi seorang pilot saja. Masih banyak pekerjaan yang berkaitan dengan pilot yang bisa dilakukan oleh Anda. Dengan memiliki lisesi MER, maka tidak harus membuat Anda fokus untuk menjadi pilot. Dengan modal lisensi MER, Anda lebih mudah untuk mendapatkan posisi kerja yang lebih baik. Anda bisa menjadi seorang instruktur di sekolah pilot. Hal ini dikarenakan menjadi seorang instruktur, harus memiliki lisensi MER terlebih dahulu salah satu lisensi penting.

Mendaptakan gaji lebih besar

Salah satu yang menyebakan orang tertarik untuk menjadi seorang pilot dikarenakan gaji. Gaji menjadi seorang pilot cukup besar. Semakin tinggi keduduan menjadi seorang pilot, maka semakin tinggi gaji yang didapatkan. Salah satu cara untuk mendapatkan gaji yang tinggi tentunya dengan memiliki lisensi. Dengan Anda memegang lisensi MER, tentunya kedudukan Anda sudah cukup tinggi. Dengan Anda memiliki lisensi MER, maka keuntungan yang didapatkan adalah Anda akan mendapatkan gaji lebih besar sesuai dengan kedudukan kerja Anda.

Lisensi MER(Multi-Egine Rating) merupakan lisensi pelengkap untuk lisensi PPL, CPL, dan ATPL. Meskipun digunakan sebagai lisensi pelengkap, tapi keuntungan yang akan didapatkan oleh Anda. Adapun keuntungannya seperti disebutkan di atas.

MEDEX: Tes yang Wajib Diikuti jika Ingin Masuk Sekolah Penerbangan

Sulitnya mencari pekerjaan untuk tamatan SMA saat ini menuntut kamu untuk lanjut mengenyam pendidikan tinggi, apalagi jika kondisi orang tua mendukung. Pendidikan tinggi yang kamu miliki bisa dijadikan bekal untuk hidup yang lebih baik di masa depan. Mengingat permintaan penerbang di Indonesia yang masih belum bisa terpenuhi oleh sekolah-sekolah penerbangan, tidak ada salahnya jika kamu mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah penerbangan. Sebab, kamu berpotensi langsung bisa menggeluti dunia kerja usai lulus pendidikan. Bagaimana, merasa tergiring untuk memilih sekolah penerbangan? Masuk sekolah penerbangan tidak sama seperti masuk sekolah umum.

Ada banyak tes yang harus kamu ikuti yakni tes MEDEX atau tes kesehatan untuk calon penerbang selain tes kemampuan akademik (matematika & fisika), tes kemampuan terbang (dengan pesawat latih dipandu oleh instruktur penerbangan atau simulator), tes psikotes di Lakespra, dsb. Tes MEDEX ini bukan dilakukan di atau diadakan oleh sekolah penerbangan yang bakal dituju melainkan dilakukan di Balai Kesehatan Penerbang (HATPEN) yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat. Biaya untuk melakukan tes MEDEX ini sekitar 1.9 jutaan (akan ada biaya tambahan jika kamu recheck).

Tes apa saja yang bakal diikuti?

Kesehatan yang oke, salah satu modal utama untuk menjadi penerbang. Makanya, calon siswa sekolah penerbang harus mengikuti tes MEDEX untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya, oke atau tidak. Jika tidak, sekolah penerbangan bakal mengeliminasinya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama mengikuti pendidikan & pelatihan semi militer. Di samping itu, jika dipaksakan diterima, calon siswa bakal sulit mencari kerja pasca lulus karena pihak airline pun menuntut pilotnya memiliki kondisi kesehatan yang baik. Adapun beberapa tes yang bakal diikuti sebagai berikut:

  • Tes audiometri, untuk mengecek pendengaran apakah masih normal atau tidak.
  • Cek gigi, untuk memastikan gigi calon penerbang tidak bolong mengingat gigi berlubang akan menjadi sumber nyeri yang diakibatkan oleh tekanan udara di atas (pada ketinggian tertentu) yang lebih rendah dibanding didarat.
  • Cek mata, untuk memastikan mata tidak rabun dan buta warna. Namun, calon siswa dengan mata minus maksimal 3 dan silinder 1 umumnya masih punya harapan. Untuk buta warna, tidak ada harapan lagi jadi siswa di sekolah penerbangan.
  • Tes jantung (ECG), untuk mengecek apakah jantung dalam kondisi yang sehat. Dalam tes ini, calon siswa bakal dipasangi elektroda kemudian disuruh berbaring lebih kurang 15 menit. Ritme atau detak jantung bisa dilihat melalui komputer yang bersambungan dengan elektroda yang dipasang. Pengecekan juga bisa dilakukan dengan berlari di atas treadmill.
  • Cek fisik, untuk mengetahui kondisi fisik calon siswa apakah pernah mengalami patah tulang, mengidap penyakit skoliosis, atau lain sebagainya. Kalau patah tulangnya sudah lama & tidak menganggu, masih ada peluang. Untuk skoliosis yang masih derajat ringan (kurang dari 20 derajat) juga masih punya peluang lolos tes.

Adakah kiat khusus untuk bisa lolos?

Cita-cita ingin menjadi pilot, tapi nyatanya ketika tes MEDEX tidak lolos, tentu akan sangat menyedihkan bukan? Fatalnya, kondisi ini dapat memicu stres hingga depresi. Oleh karenanya, ketika kamu tidak memiliki 3 penyakit jantung, epilepsi, dan buta warna, kamu masih punya peluang untuk bisa masuk sekolah penerbangan. Berikut ini kiat-kiat agar bisa lolos tes MEDEX:

  • Kalau punya gigi berlubang sebaiknya tambah terlebih dahulu. Bagaimana kalau ompong? Kamu bisa pasang gigi palsu. Apakah tidak masalah? Tidak bermasalah.
  • Kalau kamu punya mata rabun, sebaiknya lakukan operasi LASIK sebelumnya. Sekedar informasi bahwa operasi LASIK dapat memakan biaya hingga 15 juta per satu mata.
  • Kalau punya skoliosis ringan, kamu bisa lakukan terapi chiropractic tapi pastikan klinik chiropractic yang dipilih memiliki izin yang legal dan chiropractic yang punya pendidikan khusus di bidang chiropractic, punya pengalaman, sekaligus punya track record yang bagus.

Untuk konsultasi, silakan kunjungi http://www.sekolahpenerbangan.id/.