Pelatihan & Pendidikan di Sekolah Pilot Di sekolah pilot siap digembleng dengan pendidikan semi militer serta akan latihan dengan simulator atau pesawat latih.
 

Tag: Sekolah Penerbangan

MEDEX: Tes yang Wajib Diikuti jika Ingin Masuk Sekolah Penerbangan

Sulitnya mencari pekerjaan untuk tamatan SMA saat ini menuntut kamu untuk lanjut mengenyam pendidikan tinggi, apalagi jika kondisi orang tua mendukung. Pendidikan tinggi yang kamu miliki bisa dijadikan bekal untuk hidup yang lebih baik di masa depan. Mengingat permintaan penerbang di Indonesia yang masih belum bisa terpenuhi oleh sekolah-sekolah penerbangan, tidak ada salahnya jika kamu mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah penerbangan. Sebab, kamu berpotensi langsung bisa menggeluti dunia kerja usai lulus pendidikan. Bagaimana, merasa tergiring untuk memilih sekolah penerbangan? Masuk sekolah penerbangan tidak sama seperti masuk sekolah umum.

Ada banyak tes yang harus kamu ikuti yakni tes MEDEX atau tes kesehatan untuk calon penerbang selain tes kemampuan akademik (matematika & fisika), tes kemampuan terbang (dengan pesawat latih dipandu oleh instruktur penerbangan atau simulator), tes psikotes di Lakespra, dsb. Tes MEDEX ini bukan dilakukan di atau diadakan oleh sekolah penerbangan yang bakal dituju melainkan dilakukan di Balai Kesehatan Penerbang (HATPEN) yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat. Biaya untuk melakukan tes MEDEX ini sekitar 1.9 jutaan (akan ada biaya tambahan jika kamu recheck).

Tes apa saja yang bakal diikuti?

Kesehatan yang oke, salah satu modal utama untuk menjadi penerbang. Makanya, calon siswa sekolah penerbang harus mengikuti tes MEDEX untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya, oke atau tidak. Jika tidak, sekolah penerbangan bakal mengeliminasinya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama mengikuti pendidikan & pelatihan semi militer. Di samping itu, jika dipaksakan diterima, calon siswa bakal sulit mencari kerja pasca lulus karena pihak airline pun menuntut pilotnya memiliki kondisi kesehatan yang baik. Adapun beberapa tes yang bakal diikuti sebagai berikut:

  • Tes audiometri, untuk mengecek pendengaran apakah masih normal atau tidak.
  • Cek gigi, untuk memastikan gigi calon penerbang tidak bolong mengingat gigi berlubang akan menjadi sumber nyeri yang diakibatkan oleh tekanan udara di atas (pada ketinggian tertentu) yang lebih rendah dibanding didarat.
  • Cek mata, untuk memastikan mata tidak rabun dan buta warna. Namun, calon siswa dengan mata minus maksimal 3 dan silinder 1 umumnya masih punya harapan. Untuk buta warna, tidak ada harapan lagi jadi siswa di sekolah penerbangan.
  • Tes jantung (ECG), untuk mengecek apakah jantung dalam kondisi yang sehat. Dalam tes ini, calon siswa bakal dipasangi elektroda kemudian disuruh berbaring lebih kurang 15 menit. Ritme atau detak jantung bisa dilihat melalui komputer yang bersambungan dengan elektroda yang dipasang. Pengecekan juga bisa dilakukan dengan berlari di atas treadmill.
  • Cek fisik, untuk mengetahui kondisi fisik calon siswa apakah pernah mengalami patah tulang, mengidap penyakit skoliosis, atau lain sebagainya. Kalau patah tulangnya sudah lama & tidak menganggu, masih ada peluang. Untuk skoliosis yang masih derajat ringan (kurang dari 20 derajat) juga masih punya peluang lolos tes.

Adakah kiat khusus untuk bisa lolos?

Cita-cita ingin menjadi pilot, tapi nyatanya ketika tes MEDEX tidak lolos, tentu akan sangat menyedihkan bukan? Fatalnya, kondisi ini dapat memicu stres hingga depresi. Oleh karenanya, ketika kamu tidak memiliki 3 penyakit jantung, epilepsi, dan buta warna, kamu masih punya peluang untuk bisa masuk sekolah penerbangan. Berikut ini kiat-kiat agar bisa lolos tes MEDEX:

  • Kalau punya gigi berlubang sebaiknya tambah terlebih dahulu. Bagaimana kalau ompong? Kamu bisa pasang gigi palsu. Apakah tidak masalah? Tidak bermasalah.
  • Kalau kamu punya mata rabun, sebaiknya lakukan operasi LASIK sebelumnya. Sekedar informasi bahwa operasi LASIK dapat memakan biaya hingga 15 juta per satu mata.
  • Kalau punya skoliosis ringan, kamu bisa lakukan terapi chiropractic tapi pastikan klinik chiropractic yang dipilih memiliki izin yang legal dan chiropractic yang punya pendidikan khusus di bidang chiropractic, punya pengalaman, sekaligus punya track record yang bagus.

Untuk konsultasi, silakan kunjungi http://www.sekolahpenerbangan.id/.